Petuah

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ "Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan" - Imam Syafi'i ___ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ Al Mujadalah ayat 11: Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat

Sunday, November 23, 2025

Satu Foto, Seribu Kenangan


 Foto hitam putih ini adalah potongan waktu yang begitu berharga—sebuah momen keluarga yang memancarkan kasih sayang dan kebersamaan yang tulus. Di tengah foto, Mbah Putri R.A. Soeratmi tampak lembut menggendong Naniek Hariani, sementara Mbah Kakung M. Moekmin Moelyodihardjo dengan penuh kehangatan menggendong Yayuk Ratna Rahayu. Dari sorot mata keduanya terlihat keteguhan, cinta tanpa batas, dan dedikasi orang tua yang menjadi fondasi kuat bagi keluarga ini.

Di sekeliling mereka berdiri anak-anak yang tersayang: Kadarisman, Endrawati, Yulia, Kusmandari, dan Sumardi. Wajah-wajah polos mereka—dengan ekspresi khas anak zaman dahulu yang apa adanya—menciptakan suasana hangat yang menyentuh hati. Mereka berdiri rapi, seakan menandai masa kecil penuh disiplin namun tetap diwarnai kegembiraan sederhana.

Meski foto ini sudah berpuluh-puluh tahun berlalu, kehangatan yang dipancarkannya masih begitu terasa. Setiap sosok dalam gambar membawa cerita, dan setiap senyum lembut yang tertangkap kamera mengingatkan kita pada akar keluarga yang kuat, penuh nilai, dan penuh cinta.

Foto ini bukan sekadar kenangan lama—tetapi sebuah warisan emosional yang mempertemukan generasi demi generasi dalam satu bingkai penuh kasih sayang.



No comments:

Post a Comment