Petuah

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ "Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan" - Imam Syafi'i ___ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ Al Mujadalah ayat 11: Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat

Sunday, November 23, 2025

Waktu yang Berharga Bersama Orang-Orang Tersayang


Foto ini memancarkan suasana hangat dan akrab— momen yang terasa sederhana namun menyimpan kebahagiaan yang dalam. Di sebuah meja makan dengan suasana restoran yang nyaman, empat orang duduk bersama, menikmati waktu yang jarang-jarang bisa dikumpulkan dengan lengkap.

Di sisi kiri, Mbak Ika tampak tersenyum lebar menuju kamera. Ekspresinya ceria dan tulus, seperti seseorang yang menikmati pertemuan keluarga dan ingin mengabadikan momen itu sebagai kenangan manis.

Di sampingnya ada Mas Yudi, suami Mbak Ika, dengan senyum hangat yang menunjukkan kenyamanan dan kedekatan dalam suasana kebersamaan itu. Cara duduknya yang santai membuat fotonya terasa natural, seolah-olah tawa ringan baru saja terjadi sebelum jepretan diambil.

Kemudian di sisi kanan meja, duduk Nadia dan calon suaminya, Bumi. Mereka tampak harmonis; Nadia dengan senyum cerah yang memancarkan kebahagiaan, sementara Bumi dengan ekspresi ramah dan tenang, menambah keseimbangan pada foto. Keduanya memberi kesan pasangan muda yang penuh harapan dan mimpi untuk masa depan.

Di meja, terlihat sisa makanan dan hidangan penutup yang hampir habis—tanda bahwa obrolan, tawa, dan cerita telah lebih dulu memenuhi waktu mereka. Latar restoran yang ramai namun tetap hangat melengkapi kesan momen keluarga yang penuh cinta dan keakraban.

Foto ini bukan hanya gambar; ini adalah potret kebersamaan yang tulus—merekam waktu ketika semuanya duduk bersama, saling berbagi, sebelum kembali melanjutkan kehidupan masing-masing.

No comments:

Post a Comment